UNI EROPA APRESIASI KEPUTUSAN TURKI MENYETUJUI SWEDIA GABUNG NATO

Internasional334 Views

Birmingham – Para pemimpin dan menteri di seluruh Eropa mengapresiasi keputusan otoritas Turki untuk menyetujui Swedia bergabung dengan NATO dan mengirimkan Protokol Aksesi ke parlemen Turki untuk diratifikasi.

Tak lama setelah pertemuan tiga arah antara Turki, Swedia dan NATO di Vilnius, Lituania, Uni Eropa (UE) dengan cepat menyambut persetujuan Ankara.

Mengutip Anadolu Agency, Rabu (12/7/23), Charles Michel, presiden Dewan Uni Eropa, menyambut baik keputusan tersebut di akun Twitter-nya, “Kabar baik dari Vilnius.”

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, “Sebuah langkah bersejarah di Vilnius. Saya menyambut baik langkah penting yang telah dijanjikan oleh Turkiye, untuk meratifikasi aksesi Swedia ke NATO.”

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, yang dikenal vokal tentang ekspansi NATO, juga menyambut baik hasil pertemuan tersebut.

“Ini adalah momen bersejarah bagi NATO yang membuat kita semua lebih aman. Swedia, kami berharap dapat menyambut Anda ke dalam Aliansi,” tutur dia.

Melalui sebuah pernyataan, PM Inggris mengatakan, “Saat dunia melewati tonggak suram 500 hari sejak invasi besar-besaran Putin ke Ukraina, para pemimpin NATO akan berkumpul di Lituania hari ini (Selasa) untuk menempatkan aliansi pada jalan yang benar untuk menghadapi ancaman masa depan.”

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan kemungkinan aksesi Swedia menandai awal periode baru.

“Kabar baik dari Vilnius. Upaya bersama kami membuahkan hasil. Dengan 32 (anggota), kita semua lebih aman bersama,” ungkap Baerbock.

Presiden Kosovo Vjosa Osmani juga mengatakan di Twitter, “Berita bagus! Selanjutnya: Kosovo, Ukraina, dan Bosnia dan Herzegovina ke NATO untuk Aliansi yang lebih kuat dan Eropa yang lebih aman!”

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan keanggotaan Stockholm sangat penting untuk wilayah tersebut.

“Berita bersejarah untuk Swedia, Norwegia, wilayah Nordik, dan NATO. Kami menyambut baik kesepakatan antara Stoltenberg, Erdogan dan Kristersson malam ini.”

“Wilayah Nordik yang bersatu di NATO membuat Aliansi lebih kuat dan wilayah kita lebih aman,” tukas PM Norwegia Store.

Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren menyebut perkembangan itu “berita bagus menjelang KTT NATO.”

Mengatakan aliansi itu “lebih kuat bersama,” Ollongren mengatakan negaranya menantikan untuk menyambut Swedia sebagai sekutu NATO.

Presiden Finlandia Sauli Niinsto mengatakan, “Seperti yang sering saya katakan, keanggotaan NATO Finlandia tidak akan lengkap tanpa Swedia. Ini adalah satu langkah lagi dari penyelesaiannya. Bersama Swedia, seluruh aliansi akan lebih aman.”

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna mengatakan, “Saya menyambut baik pengumuman Turki tentang niatnya untuk meratifikasi protokol aksesi NATO Swedia dan berharap ini akan terjadi secepat mungkin. Swedia akan membuat Aliansi kita lebih kuat.”

Perestuan Turki jadi berita utama

Di Prancis, harian Le Monde meliput perkembangan terakhir dalam beritanya berjudul “Turki mengatakan siap mencabut blokade untuk keanggotaan Swedia di NATO.”

Surat kabar Liberation juga memuat tajuk utama, “NATO: Erdogan memberi lampu hijau bagi Swedia untuk bergabung dengan Aliansi.”

Corriere della Sera, salah satu harian dengan sirkulasi tertinggi di Italia, menulis di halaman depannya: “Menuju titik balik di NATO.”

Surat kabar Italia lainnya, La Stampa, mengumumkan keputusan Turki dengan tajuk utama: “Langkah Erdogan” dan berfokus pada permintaan Ankara untuk menghidupkan kembali proses keanggotaan Turki di Uni Eropa.

Radio Nasional Bulgaria menggunakan istilah “lampu hijau Turki untuk Swedia”, sedangkan Televisi Nasional Bulgaria mengatakan “Turki yakin untuk mendukung keanggotaan Swedia di NATO.”

Penyiar publik Belanda NOS, dalam beritanya mengatakan jaminan NATO untuk kerja sama anti-terorisme dan janji Uni Eropa untuk menghidupkan kembali hubungan dengan Ankara efektif untuk mendapatkan persetujuan Erdogan.

(Red/Sumber)