SEJAK INVASI RUSIA, SEPERTIGA RAKYAT UKRAINA TINGGALKAN NEGARANYA

Internasional868 Views

Jenewa – Dalam pernyataan tertulis bersama yang dibuat oleh pakar hak asasi manusia PBB, situasi pengungsi Ukraina sejak Perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada 24 Februari dievaluasi.

Melansir Anadolu Agency, Senin (10/10/22), dalam pernyataan itu, ditekankan bahwa sepertiga penduduk Ukraina meninggalkan negara itu setelah dimulainya perang.

Dilaporkan pula bahwa banyak wanita, anak-anak, pengungsi lansia dan penyandang cacat sangat rentan.

Telah dicatat bahwa melindungi pengungsi dan keluarga mereka adalah persyaratan hukum internasional dan perhatian khusus harus diberikan pada perlindungan anak-anak.

Di sisi lain, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa ribuan keluarga kehilangan fasilitas listrik dan komunikasi akibat serangan rudal Rusia terhadap pemukiman sipil di Ukraina.

Dalam pernyataan yang dibuat oleh OCHA, disebutkan bahwa serangan Rusia juga menghambat kegiatan bantuan kemanusiaan di Ukraina, dan menggarisbawahi bahwa organisasi yang berafiliasi dengan PBB tidak dapat mengirimkan bantuan ke daerah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Dalam pernyataan itu, ditekankan bahwa PBB dan mitra kemanusiaannya di kawasan itu bertekad untuk tetap tinggal di Ukraina dan melanjutkan kegiatan bantuan kemanusiaan mereka.

 

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *