RUSIA SEBUT PASOKAN SENJATA NUKLIR KE UKRAINA BAHAYAKAN KEHIDUPAN MANUSIA

Internasional200 Views

Moskow – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Rabu mengatakan bahwa jika Barat memasok Ukraina dengan senjata nuklir, maka itu akan mengakhiri keberadaan umat manusia di planet ini.

Hal itu disampaikan Zakharova dalam konferensi pers di Moskow, saat Rusia melihat potensi pengiriman senjata nuklir ke Ukraina

“Mengapa kita harus mengomentari kemungkinan kegilaan mereka atau kemungkinan pengendalian kegilaan? Ini bukan topik kita,” ujarnya seperti dilansir Anadolu Agency, Jum’at (9/6/23).

Dia menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Ukraina mengambil langkah-langkah yang merugikan kepentingan negara mereka sendiri dan penduduknya.

“Jika mereka menginginkan keruntuhan global yang tidak dapat dihindari, maka mereka akan melakukannya (mengirimkan senjata nuklir ke Ukraina). Anda dapat melihat apa yang terjadi. rezim Kyiv siap untuk menghancurkan tanahnya sendiri. Mereka siap menularkannya dengan uranium, banjiri dengan air, racuni dengan amonia,” katanya lagi

Zakharova menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan timnya telah berubah menjadi “organisasi teroris internasional.”

“Ini adalah sel teroris nyata, dan sel internasional, karena ada instruktur asing, tentara bayaran asing, mereka terkait dengan pasar gelap senjata, perdagangan uang ilegal, perdagangan orang, penjualan ilegal bagian tubuh, seluruh rangkaian itu mencirikan terorisme internasional,” ungkap dia.

Selama berbulan-bulan, Moskow telah menyatakan keprihatinan atas perubahan jenis senjata yang dipasok ke Ukraina, yang dimulai dengan senjata ringan dan sekarang melibatkan pengiriman jet tempur.

Otoritas Rusia juga berpendapat bahwa senjata yang disediakan untuk melindungi wilayah Ukraina digunakan untuk menyerang ke wilayah Rusia.

“Jika seseorang di Barat ingin mematikan semua yang ada di planet ini, baik cahaya dan, pada prinsipnya, keberadaan maka mereka mungkin akan mulai memasok senjata nuklir ke rezim Kyiv,” tegas dia.

Beralih ke kritik tentang dimulainya kembali penerbangan langsung antara Rusia dan Georgia, Zakharova mengatakan keputusan itu dibuat “untuk memastikan hubungan antara rakyat Georgia dan Rusia,” yang “secara objektif memenuhi kepentingan rakyat biasa.”

“Penerbangan antara Rusia dan Georgia tidak melanggar rezim sanksi apa pun, terlepas dari sanksi mereka yang ilegal,” kata dia.

Mengomentari kemungkinan kunjungan Menteri Luar Negeri Turkiye yang baru Hakan Fidan ke Rusia, Zakharova mengatakan, pihaknya mengikuti pernyataan pihak Turkiye.”

Dia juga mengatakan bahwa dalam membangun hubungannya dengan Ankara, Moskow berangkat dari pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan tentang niat untuk mengembangkan hubungan multifaset dengan Rusia, yang akan memenuhi kepentingan kedua negara.

“Tentu saja, kami menyambut baik sikap konstruktif tersebut dan akan berkontribusi pada implementasi hubungan bilateral semacam itu dan memantau hasil yang akan muncul,” pungkasnya.

(Red/Sumber)