RESPONS PEMBAKARAN AL-QUR’AN, PRESIDEN ERDOGAN SEBUT SWEDIA TIDAK PERLU BERHARAP DUKUNGAN TURKI UNTUK GABUNG NATO

Internasional171 Views
Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Swedia seharusnya tidak berharap dapat dukungan dari Turki untuk bergabung dengan NATO.
Pasalnya kata dia Swedia tidak menunjukkan rasa hormat terhadap umat Islam dan menindaklanjuti tuntutan Ankara soal kelompok teroris.
“Mereka yang membiarkan pelecehan seperti itu di depan kedutaan kami seharusnya tidak mengharapkan kebaikan dari kami atas permohonan mereka untuk keanggotaan NATO,” kata Erdogan setelah pertemuan Kabinet di ibu kota Ankara seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa (24/1/23).
Pernyataan tegas Erdogan itu muncul setelah Rasmus Paludan, seorang politikus sayap kanan Denmark, pada Sabtu membakar salinan Al-Qur’an di sekitar Kedutaan Besar Turki di Stockholm, di bawah perlindungan polisi dan dengan izin dari pemerintah Swedia.
“Jika Anda tidak menghormati kepercayaan (kitab suci) agama Republik Turki atau umat Islam, Anda tidak akan menerima dukungan apa pun untuk (keanggotaan) NATO dari kami,” tegas Erdogan.
Presiden Turki menekankan bahwa tidak ada individu yang memiliki kebebasan untuk menghina keyakinan umat Islam atau agama dan kepercayaan lainnya.
“Tindakan keji di Swedia merupakan penghinaan terhadap semua orang yang menghormati hak-hak dasar dan kebebasan orang, terutama umat Islam,” tambah Erdogan.
Terkait aksi provokatif pendukung kelompok teroris PKK di Stockholm, juga dengan izin polisi, Erdogan mengatakan, pihaknya telah mengatakan sejak awal bahwa Swedia melindungi kelompok teroris.
“Kemudian Anda mengharapkan kami untuk mendukung Anda bergabung dengan NATO. Seperti itu tak akan dibiarkan. Jangan mengharapkan dukungan itu dari kami,” tegasnya.
“Jika mereka sangat mencintai anggota organisasi teroris dan musuh Islam, kami menyarankan agar (Sweadia) menyerahkan pertahanan negara kepada mereka (para teroris),” sambung dia.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turkiye, PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa.
PKK bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.
Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftarkan diri untuk bergabung dengan NATO pada bulan Mei, sebuah keputusan yang dipicu oleh perang Rusia di Ukraina.
Aksi provokatif oleh pendukung kelompok teroris dan tokoh anti-Islam di Stockholm baru-baru ini telah membuat para pemimpin Turki mempertanyakan komitmen Swedia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan keanggotaan di NATO.
(Red/Sumber)