Moskow – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menyatakan bahwa NATO dikalahkan di Ukraina dengan runtuhnya proyek ‘anti-Rusia’.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko mengatakan bahwa dengan runtuhnya proyek Barat untuk membuat Ukraina ‘anti-Rusia’, Aliansi Atlantik Utara dikalahkan di Ukraina.
“NATO telah dikalahkan di Ukraina. Kekalahan ini terkait dengan runtuhnya proyek untuk membuat Ukraina ‘anti-Rusia,” ujarnya seperti dilansir Sputniknews, Sabtu (15/10/22).
Lanjutnya, setelah tahun 2007, pasca keputusan NATO di Bucharest yang menyatakan Georgia dan Ukraina akan menjadi anggota aliansi, pihaknya menganggap keputusan itu adalah bom waktu.
“Jika keputusan ini tidak ditinjau ulang, itu akan meledak cepat ataupun lambat,” ujarnya lagi.
Ia pun menekankan bahwa kemenangan NATO tidak diketahui oleh siapa pun, tetapi hasil intervensi militer aliansi diketahui semua orang.
“Adapun kekalahan dan kemenangan Aliansi. Saya tidak tahu apa-apa tentang kemenangan, tidak ada yang tahu apa-apa. Namun, hasil rekayasa sosial-politik dan geopolitik intervensi militer NATO diketahui oleh semua orang,” jelasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan bahwa kemenangan Rusia dalam konflik di Ukraina berarti kekalahan NATO dan mereka tidak bisa membiarkannya.
(Red/Sumber)
