Moskow – Pakar militer Rusia Igor Korotchenko mengatakan pembelian S-400 oleh Turki bukan hanya menjadi jawaban untuk masalah kepentingan militernya tetapi juga menjadi prestise nasional negara tersebut.
Hal itu disampaikan Korotchenko saat mengomentari pernyataan Presiden Industri Pertahanan Turki Ismail Demir bahwa pembelian batch kedua S-400 yang akan dibeli dari Rusia masuk dalam agenda pembelanjaan negaranya.
“Perlindungan sistem pertahanan udara S-400 di Angkatan Bersenjata Turki tidak hanya keuntungan militer, tetapi juga adalah masalah prestise dan kedaulatan nasional,” ujar Igor Korotchenko, seperti dikutip Sputniknews, Kamis (28/4/22).
Pemimpin Redaksi Majalah Natsionalnaya Oborona Rusia dan Direktur Pusat Analisis Perdagangan Senjata Dunia ini juga mengatakan bahwa Amerika Serikat terus menekan Turki agar menyerahkan S-400 ke Ukraina atau meninggalkan penggunaannya di Angkatan Bersenjata Turki.
“Namun bagi Ankara, S-400 adalah aset yang sangat penting dalam memastikan keamanan nasional,” terangnya.
“Meninggalkan S-400 berarti Turki melepaskan kedaulatannya di bidang mengamankan wilayah udaranya,” sambungnya.
Menurut dia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tidak akan pernah menerima ini sikap AS tersebut.
“Karena ini secara kritis akan mengungkapkan bahwa itu terlalu tergantung pada AS.
Dengan kata lain, pelestarian S-400 di gudang senjata tentara Turki bukan hanya masalah kepentingan militer biasa, tetapi juga masalah prestise nasional,” jelasnya.
(Red/Sumber)
