LAVROV : RENCANA AS KIRIM PESAWAT TEMPUR F-16 KE KIEV TETAPKAN PERKEMBANGAN BERBAHAYA

Internasional241 Views

Moskow – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya menciptakan risiko konfrontasi langsung dengan Rusia sehingga dapat menyebabkan konsekuensi bencana.

Mengutip Sputniknews, Kamis (13/7/23), Lavrov juga mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan pengiriman F-16 berkemampuan nuklir ke Kiev sebagai ancaman dari Barat.

Menteri tersebut mengatakan bahwa tidak akan ada alasan untuk membicarakan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia jika Barat tidak membuat keputusan yang menimbulkan risiko strategis.

Lavrov juga mengingatkan bahwa syarat penggunaan senjata nuklir ditentukan dengan jelas dalam doktrin militer Rusia.

“Pada saat yang sama, saya ingin menarik perhatian pada fakta bahwa Amerika Serikat dan bawahan NATO menciptakan risiko bentrokan bersenjata langsung dengan Rusia, dan ini dapat mengakibatkan konsekuensi bencana,” kata Lavrov.

Selain itu, Lavrov menyebut rencana AS untuk memasok Ukraina dengan jet tempur F-16 “hanya satu contoh perkembangan peristiwa yang sangat berbahaya.”

“Kami telah menginformasikan kekuatan nuklir – Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis – bahwa Rusia tidak dapat mengabaikan kemampuan pesawat ini untuk membawa senjata nuklir,” kata Lavrov.

Diplomat top tersebut menambahkan bahwa tentara Rusia tidak akan memilah apakah jet tertentu memiliki kemampuan nuklir atau tidak selama pertempuran.

“Fakta munculnya sistem seperti itu (F-16) di angkatan bersenjata Ukraina akan dianggap oleh kami sebagai ancaman dari Barat di bidang nuklir,” terang Lavrov.

Sementara itu pembantu utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kiev berharap untuk menerima pasokan pertama jet tempur F-16 dari negara-negara Barat pada akhir 2023.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada bulan Juni bahwa aliansi akan memulai pelatihan pilot Ukraina di F -16 jet tempur musim panas ini.

(Red/Sumber)