JENDERAL AS SEBUT CHINA AKAN BERPERANG DENGAN AS PADA 2025

Internasional242 Views
Washington DC – Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat Jenderal Mike Minihan mengatakan bahwa tahun 2025 Amerika Serikat akan berperang melawan China.
“Saya harap saya salah, tetapi perasaan saya adalah kami akan melawan China di 2025,” ujar Minihan seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (28/1/23).
Pernyataan itu didasarkan pada tahun 2024 akan ada  pemilihan presiden di AS dan Taiwan yang notabene berada dalam konflik kedaulatan dengan China.
Minihan memperingatkan bahwa pada periode ini ketika perhatian Washington akan beralih ke politik dalam negeri, China dapat memanfaatkan peluang dan bergerak menuju Taiwan.
Dalam memo yang dikirim ke komando AU dan komando operasional AU lainnya, Minihan yang meminta pasukan untuk bersiap menghadapi konflik semacam itu, menginstruksikan mereka untuk melaporkan upaya mereka dalam hal ini paling lambat 28 Februari.
Minihan ingin “menciptakan Tim Manuver Pasukan Gabungan yang dibentengi, terintegrasi, siap, dan agresif yang dapat melawan dan mengalahkan (musuh) di rantai pulau pertama” dalam kemungkinan konflik.
“Lemparkan peluru sejauh 7 meter, arahkan ke kepalanya”
Untuk menekankan keseriusan kemungkinan perang dan pentingnya kesiapsiagaan, Minihan memberikan perintah berikut kepada semua personel Angkatan Udara:
“Tembakkan peluru ke sasaran pada jarak 7 yard. Perlu diingat bahwa tekad untuk membunuh (dalam pertempuran) adalah hal yang paling penting, arahkan ke kepala.”
Minihan juga meminta semua personel untuk memperbarui catatan dan kontak darurat mereka, serta menyelesaikan masalah pribadi dan hukum mereka.
Komando lintas Udara yang berkekuatan kurang lebih 50 ribu personel dan 500 pesawat itu menjalankan tugas pengangkutan dan pengisian bahan bakar.
Sementara membenarkan adanya memo tersebut, Juru Bicara Komando mengatakan, “Perintah yang diberikan oleh Jenderal Minihan kepada komandannya merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dimulai tahun lalu untuk mempersiapkan Komando Udara untuk konflik di masa depan jika pencegahan gagal.” dikatakan.
Dalam pernyataan tertulis, Juru Bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Brigadir Jenderal Patrick Ryder mengatakan, “Strategi Pertahanan Nasional memperjelas bahwa China adalah ancaman yang meningkat.
“Sebagai Departemen Pertahanan, fokus kami adalah menjaga perdamaian di Indo- wilayah Pasifik dengan bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami,”katanya.
Philip Davidson, yang saat itu menjadi Panglima Pasukan Indo-Pasifik AS, menyatakan dalam pernyataannya kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Maret 2021 bahwa China dapat berupaya menginvasi Taiwan pada tahun 2027.
Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, mengenai kemungkinan invasi Taiwan oleh China, mengatakan baru-baru ini pihaknya telah menyaksikan perilaku provokatif pasukan China.
 (Red/Sumber)