“Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas. Kami adalah bagian dari dunia, bukan Timur maupun Barat,” tegasnya seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa (20/9/22).
Setelah menghadiri KTT SCO tahun ini di Uzbekistan sebagai mitra dialog, Turki mungkin mengambil langkah lebih lanjut pada KTT 2023 di India, dengan terget menambahkan keanggotaan,” sambungnya
Didirikan pada tahun 2001, organisasi beranggotakan delapan orang ini bertujuan untuk memperkuat persahabatan, hubungan bertetangga yang baik dan rasa saling percaya di antara negara-negara anggota.
“Sayangnya, UE belum menjadikan kami anggota selama 52 tahun. Tidak ada negara lain di UE yang berada dalam situasi kami. Mereka masih terus mengulur-ulur proses. Namun, kami adalah negara NATO. Meskipun kami adalah negara NATO, bahkan negara-negara NATO membuat kami sibuk dalam proses UE,” tambahnya.
Erdogan mengatakan UE tidak dapat mendikte Turki tentang dengan siapa mereka akan bertemu.
“Sementara kami mengadakan pembicaraan ini, kami tidak akan mempertanggungjawabkan tindakan kami kepada UE dalam hal ini. Saya bernegosiasi dengan semua negara karena kita semua adalah bagian dari dunia ini.”
Turki mengajukan keanggotaan Uni Eropa pada tahun 1987 dan telah menjadi negara kandidat sejak 1999.
Negosiasi untuk keanggotaan penuh dimulai pada Oktober 2005 tetapi terhenti dalam beberapa tahun terakhir karena rintangan politik yang didirikan oleh beberapa negara.
