Denpasar – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menyerahkan jaminan tertulis kepada PBB bahwa mereka akan mencabut pembatasan ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia.
Melansir Sputniknews, Selasa (15/11/22), pernyataan itu disampaikan Lavrov saat konferensi pers dalam kapasitasnya sebagai pemimpin delegasi Rusia pada KTT G20 di Bali Indonesia.
“Selama pertemuan saya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, pihak Prancis mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk melanjutkan dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencari solusi atas situasi di Ukraina,” ujar Lavrov kepada wartawan.
Kata dia, Turki dan Barat memahami bahwa mereka harus menjauhkan Ukraina dari tindakan yang tidak dapat diterima seperti menggunakan koridor kemanusiaan untuk tujuan militer.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menjelaskan janji-janji yang dibuat oleh AS dan UE kepadanya secara tertulis.
“Jika diterapkan, hambatan ekspor pupuk dan biji-bijian kita akan hilang. Tetapi itu semua tidak tergantung pada kertas, tetapi pada bagaimana menerapkannya dalam praktik,” ujar Guterres.
Sekretaris Jenderal PBB meyakinkan bahwa pemenuhan kewajiban tersebut merupakan prioritas baginya.
Sebagai informasi bahwa Amerika Serikat dan sekutunya menuduh Rusia menunjukkan “agresi tak beralasan” terhadap Ukraina selama diskusi hari ini.
(Red/Sumber)






