TERSANDUNG KASUS TAMBANG ILEGAL, KETUA RELAWAN PENDUKUNG PRABOWO-GIBRAN DI SULTRA DITANGKAP

Hukrim1221 Views

Kendari – Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan Ketua Relawan Prabowo-Gibran di Sulawesi Tenggara (Sultra), Anugrah Anca.

Mengutip matalokal, Selasa (14/11/23), Anugrah Anca yang merupakan Ketua Barisan Relawan Tangguh (Baret) Prabowo Sultra bakal menggelar deklarasi dukungan Capres-cawapres Prabowo-Gibran, pada Sabtu (18/11/23) mendatang.

Anugrah Anca ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Balai Besar Wilayah Sulawesi Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Anca ditangkap bersama seorang rekannya, LM.

Tak hanya mengamankan kedua tersangka, Ditjen Gakkum KLHK juga menyita 17 alat berat excavator yang digunakan menggarap material bijih nikel. Belasan alat berat ini dititipkan ke Rumah Penitipan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kendari.

Anugrah Anca merupakan komisaris PT Anugrah. Sementara LM merupakan direktur utamanya. PT Anugrah menambang tanpa izin usaha pertambangan (IUP) dan izin lingkungan hidup.

PT Anugrah telah menggarap lahan secara ilegal seluas seluas 23,84 hektare di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra sejak 2022 lalu.

Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, praktik pertambangan ilegal ini dinilai hanya untuk mencari keuntungan pribadi kedua tersangka namun dengan mengorbankan lingkungan hidup.

“Apa yang dilakukan tersangka ini merupakan kejahatan serius dan akan kami tindak menggunakan pasal berlapis,” tegas Ridho Sani, pada Senin 13 November 2023.

Kedua tersangka ini dijerat dengan pasal 98 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), juncto pasal 55 KUHP ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Ketua Panitia Deklarasi Relawan Baret Prabowo Sultra, Rendi Tabara mengatakan, persiapan deklarasi dan pengukuhan relawan tak terganggu meski ketua mereka ditangkap Gakkum KLHK.

“Kalau agenda deklarasi tetap berjalan tanpa ada penundaan. Pastinya tetap berjalan sesuai rencana yang disampaikan di awal, pelaksanaan deklarasi tanggal 18 November,” ujar Rendi.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *