Ditemukan Hampir 1.000 Senjata, Ini Sekolah atau Markas Rahasia?

Hukrim, News26 Views

Jakarta, PBSN – Ente bawa senjata berburu di kampung saja harus lapor ke tentara. Lah, ini hampir seribu senjata ditemukan di sekolah elite. Nama sekolahnya ada embel-embel agama sih, tapi cukup tahu saja. Ini sekolah atau markas rahasia? Simak narasinya.

Jakarta, 6 Agustus 2026, dunia pendidikan kembali membuat dahi berkerut, alis naik, dan akal sehat mengambil cuti mendadak. Sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak menjadi pusat perhatian. Itu setelah ditemukan 995 pucuk senjata di sebuah ruangan yang sebelumnya ditempati mantan ketua yayasan berinisial IWD. Saya sih tahu orang ini, pastinya penggede.

Sekali lagi, 995. Bukan 995 buku paket. Bukan 995 kursi murid. Bukan 995 sertifikat lomba. Tapi senjata. Kalau ini sekolah, pertanyaannya sederhana, ekstrakurikulernya apa? Pramuka atau pasukan khusus?

Penemuan pertama berlangsung pada 10–11 Juli 2026. Pihak yayasan yang baru membuka ruangan terkunci itu mungkin awalnya berharap menemukan arsip, dokumen, atau koleksi piala. Yang muncul malah berbagai jenis air gun, air rifle, ribuan peluru mimis, dan satu pucuk senjata api sungguhan.

Belum selesai mengucek mata, penggeledahan lanjutan pada 5 Agustus 2026 menemukan empat laras panjang, dua laras pendek, silencer, tujuh magasin, berbagai amunisi, serta satu shotgun kaliber 12/70.

Sekolah macam apa ini? Anak TK belajar mengenal huruf, anak SD belajar berhitung, anak SMP belajar IPA, anak SMA belajar fisika. Sementara di ruangan tertentu, entah siapa belajar menghitung jumlah magasin.

Yang lebih absurd, ditemukan pula reloading press, alat untuk membuat atau mengisi ulang peluru, lengkap dengan buku panduannya. Kalau selama ini sekolah dikenal sebagai tempat “mencetak generasi”, ternyata ada juga alat yang secara harfiah bisa digunakan untuk mencetak… peluru.

Kemudian muncul temuan lain: dua linting ganja, satu bungkus diduga sabu, serta sekitar 25–30 keping VCD porno. Duh, siapa sih yang nonton beginian di sekolah. “Ayap inyan ye,” kata orang Sambas.

Komplet. Senjata ada. Dugaan narkotika ada. VCD porno ada. Kalau ini bukan ruang rahasia, lalu apa? Gudang perlengkapan villain dalam film action?

Lebih mengejutkan lagi, ditemukan ruangan lain yang diduga menyerupai bunker dan masih terkunci. Pihak yayasan meminta bantuan polisi untuk membukanya.

Nah, di sinilah imajinasi publik mulai berlari lebih cepat dari penyidik. Apakah isinya dokumen rahasia? Laboratorium? Gudang senjata jilid dua? Atau jangan-jangan ada trio tersangka Harun Masiku, Silpester, dan Firly, ups.

Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan masyarakat pada 15 Juli 2026 dan telah membuat Laporan Polisi Model A. Polisi masih menyelidiki asal-usul, klasifikasi, serta legalitas barang-barang tersebut.

Nama sekolah yang beredar di media sosial, kalian cari sendirilah. Kalau saya sebutkan nanti takut ada tersinggung pula. Media mainstream belum berani nyebutkannya. Tapi, netizen banyak udah tahu kok.

Sosok IWD, disebut pernah menjadi ketua yayasan dan merupakan advokat serta mantan Sekjen Perbakin periode 2010–2015. Pihak kubu IWD sendiri membantah kepemilikan senjata api, narkoba, dan VCD porno. Mereka menyatakan 995 airsoft gun tersebut legal dan milik PT Lokta Karya Perbakin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak. Kalau narkoba dan video esek-esek apakah legal juga, wak?

So, untuk sementara, jangan buru-buru bikin vonis. Biarkan polisi bekerja. Tetapi satu pertanyaan publik tetap sah diajukan, bagaimana mungkin hampir seribu senjata bisa tinggal begitu lama di lingkungan sekolah tanpa membuat siapa pun bertanya?

Sebab kalau sekolah adalah tempat anak-anak belajar masa depan, masa depannya jangan sampai berbentuk laras panjang.

Kalau bunker kedua nanti dibuka lalu ternyata isinya cuma meja belajar, mungkin kita semua perlu minta maaf kepada meja tersebut. Tapi kalau isinya lebih mengejutkan? Ya, episode berikutnya tinggal menunggu pintu dibuka. Klik. Semoga bukan “level dua”.

 

 

 

Rosadi Jamani