SEJAHTERAKAN PAPUA, KOGABWILHAN III FASILITASI MASYARAKAT TANAM SEREH

Hankam701 Views

Subang – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa didampingi Pejabat Utama (PJU) Kogabwilhan III, meninjau sentra perkebunan dan pengolahan tanaman Sereh ke UMKM CV. Atsiri Garden Indonesia (Kelompok Tani Putra Atsiri) di Kampung Babakan Tisuk Desa Cipancar Kecamatan Serang Panjang Kabupaten Subang, Selasa (8/3).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti perintah Panglima TNI sesuai Instruksi Presiden RI, Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Kata Pangkogabwilhan III, dalam Inpres itu, TNI ditugasi mendukung Program pemerintah daerah melalui pembinaan teritorial dan komunikasi sosial baik di daerah pedalaman, terjauh, terpencil dalam upaya Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Implemetasinya di lapangan adalah bagaimana kita coba memfasilitasi, membina dan mendampingi masyarakat Papua dalam membangun wilayahnya di bidang pertanian, perkebunan, perikanan yang merupakan potensi yang luar biasa yang bila diolah dan dikembangkan akan sangat membantu kesejahteraan masyarakat papua dan Papua Barat melalui kegiatan Binter,” jelas Pangkogabwilhan III dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (11/3/22).

Lanjut dia, percontohan pembudidayaan kebun tanaman Sereh dan produksi Minyak Atsiri di Subang bisa menjadi alternatif yang bisa dikembangkan di Papua.

“Ini menjadi model program kami untuk bisa kita sebarkan di sana, kita coba perkenalkan, sosialisasi dan kita akan bawa Tim Pendamping ahli pertanian ke Pemda dan masyarakat mencoba memfasilitasi, mencari solusi dengan berkoordinasi pemerintah daerah termasuk kementerian dan lembaga serta pengusaha,” ujarnya lagi.

Dia juga mengatakan dukungan itu akan diberikan mulai dari pelatihan ataupun menyiapkan SDM yang berkualitas.

“Kita supporting masyarakat Papua, kita ajak, dorong yang punya niat bakat, kemauan utk menjadi pengusaha dibidang pertanian, perkebunan mereka kita akan didik, kita siapkan, kita latih, di Subang sebulan kemudian mereka balik kita dampingi untuk membangun tanah Papua, karena salah satu alternatif di Tanah Papua yang coba kita tawarkan dan sesuai karakteristik Tanah Papua adalah perkebunan Sereh,” terangnya.

Pemilihan tanaman sereh lanjut dia karena ketersediaanya melimpah, mudah dirawat dan masa panen yang cepat.

” Bibitnya mudah, tidak terlalu susah perawatannya, enam bulan langsung dipanen pertama dan bertahan 12 tahun bila ingin diganti tanaman yang baru, tanamannya tidak rewel karena setelah dipanen langsung daunnya bisa diolah, disuling bisa dijual dan para pengusaha siap tampung dan membelinya melalui Koperasi bahkan bisa langsung di eksport sehingga masyarakat Papua punya uang, sehingga perekonomian masyarakat menjadi semakin baik,” jelas Nyoman Cantiasa.

Menurut Letjen Cantiasa, model program ini akan bermanfaat dan menjadi salah satu alternatif Soft Approach dalam penyelesaian masalah di tanah Papua.

“Karena penyebab masalah Papua bisa karena banyaknya pengangguran, kemiskinan, ekonomi bahkan ketimpangan kesenjangan sosial yang tinggi dan semoga model usaha perekonomian ini bisa jadi solusinya,” pungkas Nyoman.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *