LEPAS SATGAS KE PAPUA, PANGKOGABWILHAN III TEKANKAN PRAJURIT UNTUK REBUT HATI RAKYAT

Hankam612 Views

Jakarta – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengatakan bahwa sesuai kebijakan Panglima TNI, pola operasi di Papua maupun Papua Barat dilaksanakan dengan Pendekatan Teritorial melalui kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) dan Komunikasi Sosial (Komsos).

Untuk itu kata dia, tugas Satgas adalah melaksanakan tugas-tugas Kodim maupun Koramil khususnya dalam upaya membantu kesulitan rakyat dengan tetap memperhatikan faktor keamanan personel dan materiil tanpa mengabaikan kewaspadaan secara taktis sebagaimana yang telah dilatihkan.

“Keberadaan kalian nanti harus dapat membantu kesulitan rakyat Papua, apapun yang mereka rasakan kesulitan itu, terserah apa membuat listrik dari kincir air, silahkan, tapi kau harus sudah berhitung, rutenya mana, yang ngamankan siapa, nanti siapa yang saya kontak, begitu, bukan kau polos-polos saja berangkat, oh tidak bisa,” kata orang nomor satu di Kogabwilhan III tersebut saat melepas Satuan Tugas (Satgas) Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang dan Satgas Yonif Raider Khusus 113/Jaya Sakti yang akan melaksanakan Tugas Operasi di Provinsi Papua, di Lapangan Dermaga Mulyono Silam Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, akhir pekan lalu.

Dia juga menegaskan agar seluruh prajurit tidak ragu dalam menjalankan tugas.

“Jangan ragu-ragu dalam melaksanakan tugas, kamu harus dapat merebut hati dan pikiran rakyat agar mau mendukung kita,” lanjut Pangkogabwilhan III

Pati Bintang tiga itu pun mengingatkan bahwa Kelompok Separatis Teroris (KST) telah mengembangkan taktik bertempur dengan mempelajari gerakan TNI selama ini, sehingga semakin sering melakukan gangguan terhadap TNI/Polri, seperti menghadang, menyerang Pos atau Pos Tinjau.

“Pada saat kita lengah atau tidak disiplin, sehingga mengakibatkan kerugian personel maupun materiil, sehingga diminta apa yang telah dilatihkan saat pra tugas dapat dipedomani dan dilaksanakan dengan tetap fokus pada pelaksanaan tugas operasi,” ujarnya.

Dia juga menekankan agar taktik-taktik yang telah diperoleh di basis saat pra tugas, di praktekkan di Medan operasi.

“Para perwira terutama ini, bagaimana masuk daerah penyelaman, bagaimana ketika harus beristirahat, bagaimana teknik pembersihan, semua taktikmu pada saat di lapangan, di daerah operasi, mainkan, Kalau selama ini ujiannya di kelas, saat ini ujianmu di daerah operasi, lihat medan, kalau sekiranya posmu itu rawan, ya kamu geser, makanya Danyon nanti ya, 113 sama 301, tolong kamu evaluasi disposisi dan komposisi pos, kalau daerah itu sering ditembaki, ya kau pindah posmu,” tegas Pangkogabwilhan III

Dia berharap kepada seluruh prajurit untuk fokus dan serius menjalankan tugas.

“Gak boleh main-main, sebelum kau kembali ke basis, kau jangan berpikiran yang lain-lain, jangan pingin tiap hari ini dapat sinyal, nyari-nyari sinyal, akhirnya tidak ada yang mengamankan kawan, banyak kejadian begitu, sudahlah kalian melaksanakan tugasmu dengan baik disana,” jelasnya.

Lebih jauh Pangkogabwilhan III mengatakan bahwa tugas operasi merupakan kebanggaan bagi seorang prajurit TNI, karena tidak semua prajurit TNI akan mengalaminya, sehingga harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh.

Pangkogabwilhan III berpesan agar seluruh anggota satgas, baik perwira, bintara dan tamtama selalu menjaga kekompakan dan kesetiaannya demi suksesnya pelaksanaan tugas operasi.

“Tugas operasi ini adalah kebanggaan, tugas operasi ini adalah harga diri dan tugas operasi ini adalah kebersihan hati, jadi kau, tolong tingkatkan keimanan, ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kau serahkan kepada yang di atas, kalian jangan takut yang namanya kematian, semuanya Tuhan yang atur, makanya kau harus baik-baik dengan rakyat, jangan menyakiti, belajar bahasa dan budaya disana,” imbuhnya.

“Para perwira, Bintara, Tamtama, kalian harus kompak disini, anak buah, kau harus setia pada pimpinanmu, pemimpin ya para komandan harus juga setia pada anak buahmu, kau jangan jadi pengkhianat disana, kau sesama kawan harus setia sesama kawan, temanmu sakit, ada masalah, kau bantu, jangan biarin, itulah kesetian di Tentara Nasional Indonesia, setia, kita ini besar karena anak buah dan kita bisa hancur juga karena anak buah, betul gak, jadi kamu harus kompak, kamu harus solid, kita berangkat tugas sama-sama, pulang juga sama-sama,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa Satgas Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang akan menggantikan Satgas Yonif Raider 613/Raja Alam di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.

Satgas Yonif Raider Khusus 113/Jaya Sakti akan menggantikan Satgas Yonif Mekanis 521/Dadaha Yodha di wilayah Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Deiai, Dogiai dan Kabupaten Intan Jaya.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan Satgas tersebut Komandan Kolinlamil Laksda TNI Erwin S. Aldedharma, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Darmono Susastro, Asintel Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Erikson Naek P. Simanjuntak, Asops Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Aditya Nindra Pasha, Aslog Kaskogabwilhan III Laksma TNI Aziz Ikhsan Bachtiar, Aspotwil Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Stepanus Mahury dan Askomlek Kaskogabwilhan III Marsma TNI Talawide.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *