CADANGAN DEVISA CHINA CAPAI 3.128 TRILIUN DOLAR, DIBANDINGKAN INDONESIA BAGAIKAN LANGIT DAN BUMI

Jakarta – Pada bulan Desember 2022, cadangan devisa China naik tipis sebesar US$ 11 miliar, setelah melemahnya nilai dolar terhadap mata uang utama lainnya.

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini cadangan devisa China merupakan yang terbesar di dunia.

Mengutip CNBCIndonesia, Ahad (8/1/23), dengan kenaikan US$ 11 miliar, maka cadangan devisa China menjadi US$ 3,128 triliun atau Rp 488,9 kuadriliun (Rp 15.630/US$) pada bulan lalu, dibandingkan dengan US$ 3,154 triliun yang diprediksi oleh jajak pendapat Reuters dan posisi cadangan US$ 3,117 triliun pada bulan November.

Dikutip dari Reuters, Yuan naik 2,8% terhadap dolar AS pada bulan Desember, sementara dolar AS bulan lalu turun 2,3% terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Sebagai catatan, China memegang 64,64 juta troy ounces emas pada akhir Desember, turun dari akhir November.

Nilai cadangan emas China naik menjadi US$ 117,24 miliar pada akhir Desember dari US$ 111,65 miliar pada akhir November.

Nilai cadangan devisa China jauh di atas posisi cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2022 mencapai US$ 137,2 miliar atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2022 sebesar US$ 134,0 miliar.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan pada Jumat (6/1/23) , peningkatan posisi cadangan devisa pada Desember 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman pemerintah.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

(Red/Sumber)