Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) H. Jose Rizal menyesalkan anjloknya harga rumput laut di Indonesia.
Pasalnya menurut dia, harga rumput laut saat ini sangat rendah jika dibandingkan pada awal tahun 2023 lalu.
“Sedih saya mendengarnya, saat ini harganya berkisar 10 ribuan padahal awal tahun itu harganya 40 ribuan perkilogram,” ujar Jose kepada PBSN Indonesia, Selasa (3/10/23).
Menanggapi tingginya disparitas harga tersebut, Jose meminta pemerintah untuk melakukan intervensi sehingga harga rumput laut tetap stabil.
“Jika harganya anjlok seperti itu, saya yakin petani kita akan mengalami kerugian besar. Kasian petani kita, lagi-lagi kita Bumiputera yang terdampak,” ketusnya.
Jose juga mengingatkan pemerintah untuk segera mewujudkan program hilirisasi rumput laut yang pernah diwacanakan beberapa waktu lalu.
Pasalnya menurut dia, jika program hilirisasi tersebut terwujud maka akan berdampak pada stabilnya harga rumput laut.
“Program itu kalau berjalan, sudah pasti harga rumput laut tidak akan bergejolak seperti saat ini. Sehingga penghasilan petani kita tetap bagus,” jelasnya.
Sebelumnya dikutip dari laman presiden.go.id, Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa komoditas rumput laut memiliki banyak produk-produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah.
“Pemerintah ingin kembangkan karena banyak sekali turunan dari rumput laut ini yang bisa kita kembangkan menjadi banyak sekali produk-produk turunannya, di antaranya adalah untuk pupuk kemudian pakan, dan makanan-makanan lain, farmasi, dan sebagainya, sekalian juga untuk bio fuel,” ucap Menteri KKP dalam keterangannya setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jum’at, (23/6/23).
Selanjutnya, Menteri KKP menuturkan bahwa Presiden Jokowi menargetkan untuk membuat proyek percontohan (modelling) komoditas rumput laut di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Kita tadi ditargetkan oleh Bapak Presiden untuk dibuat satu modelling di beberapa wilayah ada lima lokasi di antaranya adalah Buleleng, kemudian Wakatobi, Maluku Tenggara, kemudian di Rote Ndao di NTT, dan juga di NTB,” tutur Menteri KKP.
Lebih lanjut, Menteri KKP mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi wilayah yang besar dalam upaya hilirisasi rumput laut yaitu sekitar 12 juta hektare.
“Potensi wilayah kita ada 10 lokasi yang jumlahnya kurang lebih sekitar 12 juta hektare, 12 juta hektare sangat besar. Sekarang ini baru 0,8 persen produksinya kira-kira sekitar 9 juta (ton),” ujarnya.
(Red)
