WAKIL WALIKOTA PAGAR ALAM M FADLI WAFAT

Berita Daerah787 Views

Pagar Alam – Kabar duka meliputi Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel).

Pasalnya, Wakil Walikota (Wawalkot) Pagar Alam Muhammad Fadli meninggal dunia usai bermain bulu tangkis.

Informasi dihimpun, sebelum meninggal dunia pria yang memiliki 4 orang anak itu merasakan sakit di bagian dada usai bermain bulu tangkis tadi malam, sekira pukul 23.30 WIB.

Setelah bermain bulu tangkis, M Fadli merasakan sakit di bagian dada dan sempat tak sadarkan diri hingga dilarikan ke Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang.

Kabar wafatnya Fadli juga sempat beredar di media sosial. Gubernur Sumsel Herman Deru yang melihat langsung jenazahnya di rumah sakit membenarkan kabar itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, duka yang sangat mendalam kita rasakan dengan tiba-tiba saudara kita Bapak Fadli sebagai Wakil Wali Kota Pagar Alam dipanggil Allah SWT kehadapannya sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Deru, seperti dilansir detikSumut, Kamis (8/12/22).

“Kita semua pasti merasa kehilangan sosok baik, sosok muda, sosok yang begitu ramah. Beliau meninggalkan empat orang anak,” sambungnya.

Samsul mengatakan, kabar meninggalnya Fadli sempat membuat para pejabat teras, keluarga, serta rekan politisi Nasdem kaget. Sebab, Fadli tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Bahkan, selama ini Fadli dikenal sebagai wakil wali kota muda yang suka berolahraga.

“Almarhum orangnya energik dan selalu olahraga. Kami sangat terkejut dapat kabar ini tadi malam,” ujar dia.

Selama memimpin di Pemerintahan Kota Pagaralam, Fadli pun dikenal sebagai sosok pemuda yang kreatif dan penuh gagasan.

“Selama 4 tahun menjabat, almarhum memang dikenal selalu gerak cepat. Karena masih muda gagasannya banyak. Kami betul-betul merasa kehilangan,” ungkapnya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga membagikan kabar duka tersebut.

“Duka yang sangat mendalam yang kita rasakan dengan tiba-tiba tanpa rencana dan kita ketahui dan tanpa gejala, Saudara kita, Bapak Fadli, Wawako Pagaralam telah dipanggil Allah pukul 23.00 WIB tanggal 7 Desember 2022. Kita semua merasakan kehilangan sosok baik, muda, dan begitu ramah,” kata Herman.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *