SOAL DUGAAN TIPIKOR PENGADAAN BAWANG MERAH, GEBRAK KEPTON DESAK BUPATI WAKATOBI BUKA INISIAL SAH

Berita Daerah420 Views

Wakatobi – Gerakan Barisan Rakyat Kepulauan Buton (Gebrak Kepton) menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Wakatobi, Senin (31/7/23)

Aksi yang dilakukan di depan kantor Bupati Wakatobi ini mendapat pengawalan dari pihak kepolisian dan Pol-PP kabupaten Wakatobi.

Korlap aksi Gebrak Kepton Yayan Sera mengatakan, berdasarkan informasi yang mereka kumpul dari berbagai pihak diduga telah terjadi permainan busuk yang dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian Wakatobi dengan oknum tertentu.

Dimana para kelompok tani telah suruh oleh pihak Dinas pertanian untuk membuat rekening agar dilakukan pencairan dana pengadaan bibit bawang merah.

“Tapi setela cair malah orang di Dinas pertanian kembali meminta uang tersebut dari kelompok tani lalu di serahkan ke inisial SAH padahal dia bukan pihak penyedia berdasarkan Surat perintah kerja (SPK) pengadaan bibit bawang tersebut,” terangnya

Selain itu, berdasarkan informasi yang mereka himpunan, bawang yang di salurkan ke kelompok tidak layak (rusak) sehingga petani tidak bisa menan bibit bawang merah itu.

“Kemudian bibit bawang merah yang di salurkan kurang, dimana mereka (kelompok tani) dijanjikan sekitar 400 kg, namun yang di berikan hanya sekitar 370 kg,” paparnya

Menurutnya, berdasarkan hasil pertemuan mereka dengan Kadis pertanian mengakui bahwa bibit bawang merah yang disalurkan kepada kelompok tani masih kurang.

Hal ini pun terbukti dengan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sulawesi tenggara bahwa berdasarkan hasil wawancara BPK kepada Kepala Dinas pertanian, PPK dan Sekretaris dinas tersebut diketahui bahwa Sekretaris Dinas Pertanian melakukan pembayaran atas kegiatan pengembangan bawang merah untuk 15 kelompok tani kepada saudara berinisial SAH secara tunai menggunakan uang yang telah dikumpulkan dari masing-masing kelompok tani senilai Rp609.657.000,00 atas Perintah Kepala Dinas Pertanian.

Sehingga ia meminta kepada Bupati Wakatobi Haliana segera membuka kepada publik siapa nama inisial SAH dalam temuan BPK RI tersebut.

Mereka juga mempertahankan mekanisme pengelolaan anggaran program bawang merah itu, apakah swua kelola

Setalah berorasi di depan kantor Bupati Wakatobi lebih 1 jam, akhirnya Bupati Wakatobi Haliana menemui masa aksi.

Menanggapi pertanyaan pendemo, Bupati Wakatobi mengucapkan, sistim pengelolaan dana program bibit bawang merah itu, ia meminta para demonstran menayangkan langsung ke dinas pertanian.

Haliana menjelaskan, temuan atau rekomendasi BPK terkait kelebihan pembayaran, ia telah memerintahkan dinas terkait untuk dikembalikan ke kas daerah.

Haliana mengaku tidak tahu siapa inisial SAH yang dimaksud dalam temuan BPK tersebut.

Menanggapi pernyataan Bupati Wakatobi Haliana, Korlap aksi Yayan Sera menilai orang nomor satu Wakatobi itu tidak serius mengsukseskan programnya sendiri .

“Kami berikan waktu kepada pak Bupati 3X24 jam untuk menggelar konferensi pers lalu mengungkapkan siapa inisial SAH dalam audit BPK itu. Masa seorang Bupati tidak tau inisial SAH itu,” tegasnya.

(AOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *