KORBAN KE-135 TRAGEDI KANJURUHAN DINYATAKAN POSITIF TERPAPAR COVID-19

Berita Daerah443 Views
Malang – Farzah Dwi Kurniawan (20) menambah daftar  korban yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan Malang.
Korban ke 135 itu meninggal dunia pada Ahad malam (23/10/22) sekira pukul 22.50 WIB, setelah mengalami perawatan selama 23 hari di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Arifin Candra, paman korban menyatakan, sebelumnya korban dirujuk ke RSSA Malang, pada Sabtu malam seusai pertandingan yang berakhir ricuh.
Selama perawatan di RSSA itulah korban sempat masuk ruang ICU dan dinyatakan positif Covid-19, sehingga dirawat di ICU Incovit.
Hal ini yang menjadi pertanyaan pihak keluarga dan kerabat. Pasalnya, korban sempat membaik dan bahkan keluar dari ICU.
“Jam 2 (Ahad siang kemarin) masih dikatakan kondisi membaik, jadi nggak ada keluhan. Setelah jam 12, jam 2 ke atas dikatakan drop, sempat ada penanganan khusus,” kata Arifin Candra, seperti dikutip Okezone, Senin (24/10/22).
Menurutnya, selama 23 hari dirawat di RSSA itu Farzah sempat dipindahkan dari ruang ICU selama 2 – 3 hari.
Bahkan kondisinya sempat membaik di pekan lalu, namun akhirnya kembali menurun.
Kabar mengenai sepupunya yang dinyatakan positif Covid-19, sebelum meninggal dunia juga dibenarkannya.
Tetapi ia tak tahu secara pasti karena tak ikut menjemput kedatangan jenazah di RSSA Malang.
“Ini yang saya belum jelas (informasi terkonfirmasi positif Covid-19) untuk menerangkan itu, karena saya tidak mengikuti perjalanan yang di rumah sakit. Saya hanya mendengar dari yang ke sana masih diproses secara administrasi, kok ada kemoloran-kemoloran itu terjadi apa saya kurang paham. (Jenazah) Sampai di rumah jam 2 (Senin dini hari),” paparnya.
Ia menyebut sudah memeriksa kondisi jenazah Farzah yang memang utuh dan tak mengalami luka-luka secara fisik.
Namun hanya ada luka di bagian tangan yang merupakan bekas infus.
“Utuh, ada luka di bagian untuk tangan, untuk infus saja. (Badannya utuh) bersih tidak ada, wajahnya utuh, bersih wajahnya,” kata dia.
Sementara itu Amanda tetangga korban mengakui sempat ada pemulasaran secara protokol kesehatan (Prokes) bagi Farzah pada Ahad malam.
Informasi ini didapatnya dari sejumlah teman sebayanya di kampung yang sempat menjemput jenazah di RSSA Malang usai menjadi korban tragedi Kanjuruhan.
“Semua kemarin juga ke sana. Pada ngejengukin. Kok jenazahnya diplastikin, dokternya kayak nggak tahu ngomong apa. Saya juga bingung juga, nggak boleh dijenguk, katanya dicovidkan, yang boleh masuk cuma kakaknya saja,” ucap Amanda.
Amanda menambahkan, selama 23 hari dirawat diakui kondisinya memang sudah kritis dan tak sadarkan diri.
Apalagi dengan informasi bahwa korban sempat dinyatakan positif Covid-19 saat tes swab PCR pada 15 Oktober 2022 lalu.
“Sampai 23 hari kan kritis. Terus kemarin dapat kabar kayak gitu-gitu, kemarin juga katanya dicovidkan. Padahal asli itu dari Kanjuruhan, semua kena gas air mata,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan korban ke-135 tragedi Kanjuruhan Malang atas nama Farzah Dwi dinyatakan meninggal dunia pada Ahad  malam (23/10/22) pukul 22.50 WIB.
Korban sempat menjalani perawatan di ruang ICU Incovit pasca hasil tes swab PCR-nya dinyatakan positif Covid-19 pada 15 Oktober 2022 lalu.
(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *